EFEKTIVITAS TERAPI NEBULIZER TERHADAP PENANGGULANGAN BERSIHAN JALAN NAPAS TIDAK EFEKTIF PADA PASIEN ASMA DI RUMAH SAKIT UMUM CUT MEUTIA
DOI:
https://doi.org/10.58435/jka.v3i1.109Keywords:
Efektivitas, Neubulizer, Pasien AsmaAbstract
Asma merupakan gangguan saluran pernapasan pada bronkus yang ditandai adanya bronkospasme periodik yang reversibel (kontraksi berkepanjangan saluran napas bronkus), yang menyebabkan penyempitan jalan napas karena edema, sehingga membuat pernapasan menjadi sulit. Nebulizer atau penghalimun adalah sebuah alat yang digunakan untuk memasukkan obat dalam bentuk uap atau untuk dihirup ke dalam paru-paru yang biasanya digunakan untuk pengobatan asma dan penyakit pernapasan lainnya. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan design studi kasus, yang bertujuan untuk melihat efektivitas pemberian nebulizer pada pasien asma di Ruang Paru Rumah Sakit Umum Cut Meutia. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien di Ruang Paru yang membutuhkan pemberian nebulizer. Pengambilan sample dilakukan dengan menggunakan teknik accidental sampling. Dari hasil penelitian diketahui bahwa dari 12 orang responden semuanya menunjukkan terjadinya perubahan yang signifikan terhadap bersihan jalan napas sebelum dan setelah diberikan terapi nebulizer. Dapat disimpulkan bahwa terapi nebulizer efektif mengatasi masalah bersihan jalan napas tidak efektif pada pasien asma di Ruang Paru Rumah Sakit Umum Cut Meutia. Disarankan kepada petugas kesehatan agar selalu menjaga kebersihan selang dengan cara melakukan tindakan aseptic yang ketat karena selang digunakan bersama oleh pasien lain, sehingga sangat rentan terjadinya infeksi silang.
Downloads
References
Bollinger SAYA, Wolf B, Schwindt C, Hamilton RG. (2023). Kontaminasi Peralatan Nebulizer dengan Alergen Kecoa: Ada Bug di Sistem! Ann Alergi Asma Imunol. 2004; 92 :475–477. [ PubMed ] [ Google Cendekia ]
Hannaway PJ. (2020). Karakteristik Demografi Pasien yang Mengalami Asma yang Hampir Fatal dan Fatal: Hasil Survei Regional terhadap 400 Spesialis Asma. Ann Alergi Asma Imunol. ; 84 :587–593. [ PubMed ] [ Google Cendekia ]
Institut Jantung, Paru-paru, dan Darah Nasional. (2018). Publikasi Institut Kesehatan Nasional. Bethesda, Md: Institut Kesehatan Nasional, Institut Jantung, Paru-paru, dan Darah Nasional; Program Pendidikan dan Pencegahan Asma Nasional: Laporan Panel Pakar 2: Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Asma; hal.97–4051. [ Beasiswa Google ]
Inisiatif Global untuk Asma. (2022). Strategi Global untuk Manajemen dan Pencegahan Asma: Revisi 2022. Bethesda, Md: Institut Kesehatan Nasional, Institut Jantung, Paru-paru, dan Darah Nasional. [ Google Cendekia ]
Institut Jantung, Paru-Paru, dan Darah Nasional. (2022). Laporan Panel Pakar: Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan Asma: Pembaruan pada Topik Terpilih. Bethesda, Md: Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS; 2002. [ Google Cendekia ]
Klaten, T. P. R.-R. dr. S. T. (2022). Asma. Retrieved from https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/1433/asma
Krishnan JA, Demott M, McCoy JV, Chanmugam A, Rand CS. (2023). Penggunaan Agonis β2 Nebulisasi pada Orang Dewasa dalam Kota yang Berisiko Tinggi Menderita Asma. J Asma. ; 40 :367–373. [ PubMed ] [ Google Cendekia ]
Lewis RA, Fleming SS. (2019). Deposisi pecahan dari jet nebulizer: perbedaannya dengan inhaler dosis terukur. Br J Dis Dada. 1985; 79 :361–367. [ PubMed ] [ Google Cendekia ]
Maulida, L. (2019). Hubungan Tingkat Kontrol Asma dengan Kualitas Hidup Pasien di RS Wava Husada Kepanjen. Progress in Retinal and Eye Research, 561(3), S2–S3.
Pusat Statistik Kesehatan Nasional, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit. (2018). Data Kesehatan untuk Segala Usia. [Diakses 20 Desember 2023]. Tersedia di: http://www.cdc.gov/NCHS/Healthdataforallages.htm .
Riskesdas Aceh (2018). Laporan Provinsi Aceh Riskesdas. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian RI tahun 2018. http://www.depkes.go.id/resources/download/infoterkini/materi_rakorpop_20 18/Hasil%20Riskesdas%202018.pdf – Diakses Agustus 2018.
Sears MR, Rea HH, Fenwick J, dkk. (2017). 75 Kematian pada Penderita Asma diresepkan Nebuliser Rumahan. BMJ. ; 294 :477–480. [ Artikel gratis PMC ] [ PubMed ] [ Google Cendekia ]
Stempel DA, McLaughin TP, Stanford RH, Fuhlbrigge AL. (2015). Pola Pengendalian Asma: Analisis Klaim Pasien Selama 3 Tahun. J Alergi Klinik Imunol. 2005; 115 :935–939. [ PubMed ] [ Google Cendekia ]
Unit Epidemiologi dan Statistik Asosiasi Paru-Paru Amerika. (2015). Tren Morbiditas dan Mortalitas Asma. New York, NY: Asosiasi Paru-Paru Amerika; hlm.14–16. [ Beasiswa Google ]
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Fatmawati, Dedy Ahmady

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication, and this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources, and the title of the article should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
In the dissemination of articles, the author must declare the Jurnal Kesehatan Akimal as the first party to publish the article.











