PERBEDAAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN NYERI LUKA BAKAR

Authors

  • Sulaiman Poltekkes Kemenkes Aceh
  • Ismailinar
  • Ainil Yusra
  • Muzakir Muhammad Amin

DOI:

https://doi.org/10.58435/jka.v4i1.146

Keywords:

Manajemen Nyeri, Kualitas Hidup, Luka Bakar

Abstract

Nyeri biasanya ditandai dengan ketidaknyamanan yang dirasakan oleh pasien. Terbebas dari rasa nyeri merupakan salah satu kebutuhan dasar yang merupakan tujuan diberikannya asuhan keperawatan kepada seorang pasien. Pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang dikaitkan dengan kerusakan jaringan yang sebenarnya atau potensial disebut nyeri. Semua aspek kualitas hidup seseorang akan dipengaruhi oleh nyeri, yang merupakan salah satu keluhan paling sering yang disampaikan pasien. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup antara berbagai metode manajemen nyeri pada pasien luka bakar. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan Correlational design. Penelitian ini dilakukan di klinik perawatan luka dalam wilayah kabupaten Bireun dan Kota Lhokseumawe, waktu penelitian ini telah dilaksanakan pada 15 Mei s/d 2 Juni 2023. Populasi pada penelitian ini adalah pasien di klinik keperawatan luka sebanyak 56 orang. Hasil analisa statistik menggunakan Chi Square Test didapatkan p value=0,000, α=0,05, nilai p ≤0,05 maka hasil statistik bermakna, artinya ada Hubungan antara berbagai metode manajemen nyeri dengan perbedaan kualitas hidup. Sehingga dapat diambil sebuah kesimpulan bahwa nyeri merupakan ketidaknyamanan yang perlu diberikan asuhan keperawatan dan melibatkan interaksi antara emosi,perilaku, kognitif dan faktor sensori fisiologi berhubungan dengan adanya kerusakan jaringan dan akan mempengaruhi aspek kualitas hidup terkait dengan berbagai metode manajemen nyeri. Peneliti dapat memberikan sarankepada perawat untuk menangani pasien luka bakar dengan memprioritaskan masalah nyeri.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anggina V dan Alpiah D. (2023). Pengaruh latihan pernafasan untuk mengurangi nyeri pada pasien luka bakar: literatur review. Binawan Student Journal (BSJ) Volume 5, Nomor 2, Agustus.

Ari Sudeva, IB dan Subagiartha, IM.(2017).Efek Nyeri terhadap mutu kehidupan SMF/Bagian Anestesiologi dan Reanimasi. Fakultas Kedokteran Universitas Udayana RSUP Sanglah Denpasar.

Barat, I. M. K. (2023). Streching dan Nyeri Muskuloskletal.

Bunga, BNK dan Killing IY.(2019).Pengukuran dan faktor kualitas hidup pada orang usia lanjut. Journal of health and behavioral science vol. 11 no 3 September.

Costana.(2019). Respon nyeri dan pengendalian nyeri pada pasien luka bakar.48

Faisol.(2022). Manajemen Nyeri. Kementrian Kesehatan.

Kadek Pramitha Sari & Magdalena S. Halim. (2017). Perbedaan Kualitas Hidup antara Berbagai Metode Manajemen Nyeri pada Pasien Nyeri Kronis. Jurnal Psikologi Volume 44, Nomor 2.

Mustikawati. (2021). Manajemen Nyeri dan Penanganan Nyeri Badan pendidikan dan pelatihan provinsi kepulauan Bangka Belitung.

Samantha Holloway, Kirsti Ahmajärvi, Nicoletta Frescos, Sue Jenkins, Alisha

Oropallo, Simona Slezáková, Andrea Pokorná.(2024). Manajemen Holistik Nyeri Akibat Luka Tinjauan umum bukti dan rekomendasi untuk praktik klinis.

Wardani, NP.(2014). Manajemen Nyeri Akut Fakultas Kedokteran Universitas Udayana Rumah sakit Umum Pusat. Denpasar.

Yudhanarko, Suwarman, & Ricky Aditya. (2019). Evaluasi Kepatuhan Pelaksanaan Standar Prosedur Operasional Manajemen Nyeri pada Pasien Luka Bakar.

Downloads

Published

2025-05-20

How to Cite

Sulaiman, Ismailinar, Ainil Yusra, & Muhammad Amin, M. . (2025). PERBEDAAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN NYERI LUKA BAKAR. Jurnal Kesehatan Akimal, 4(1), 44–51. https://doi.org/10.58435/jka.v4i1.146

Similar Articles

<< < 1 2 3 4 5 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.