PENERAPAN PENGGUNAAN ALAS KAKI YANG TEPAT UNTUK MENDUKUNG PENYEMBUHAN LUKA KAKI PADA PASIEN DIABETES MELLITUS DI KLINIK ALHUDA WOUND CARE LHOKSEUMAWE
DOI:
https://doi.org/10.58435/jka.v2i2.80Keywords:
Diabetes, Penyembuhan Luka, Alas KakiAbstract
Diabetes mellitus merupakan gangguan proses metabolisme gula darah yang berlangsung dalam jangka panjang yaitu ditandai dengan tingginya kadar gula darah yang diakibatkan oleh terjadinya gangguan pengeluaran insulin. Luka kaki diabetikum dapat disebabkan oleh faktor internal dan eksternal, salah satu faktor eksternal yang dapat menjadi penyebab terjadinya luka diabetik adalah penggunaan alas kaki yang tidak tepat, termasuk penggunaan sepatu sempit. Jenis penelitian ini adalah deskiptif dengan menggunakan desain studi kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan penerapan penggunaan alas kaki yang tepat apakah efektif atau tidak efektif dalam mendukung penyembuhan luka kaki pada pasien diabetes mellitus di Klinik Alhuda Wound Care. Penelitian ini menggunakan 2 orang responden yang keduanya adalah penderita diabetes mellitus dengan luka diabetik di kaki. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah winners scale untuk menilai tingkat efektivitas penggunaan alas kaki yang tepat terhadap penyembuhan luka kaki pada pasien diabetes mellitus. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juni sampai dengan bulan Agustus 2023 di Klinik Alhuda Wound Care Lhokseumawe. Berdasarkan observasi, kedua responden mengalami perubahan luka kaki diabetik secara signifikan berangsur sembuh setelah menggunakan alas kaki yang tepat. Disarankan kepada responden untuk selalu menggunakan alas kaki yang tepat untuk mendukung proses penyembuhan luka diabetik ataupun untuk mencegah terjadinya luka diabetik.
Downloads
References
Abrar, E. A. (2018). Penghambat dalam Penyembuhan Luka Kaki Diabetes : Studi Kasus. Jurnal Luka Indonesia, 4 (September), 66–71.
Ayu, S. A. (2017). Hubungan Perawatan Kaki dengan Kejadian Luka Kaki pada Penderita Diabetes Mellitus di RSUD dr. H. Abdul Moeloek Propinsi Lampung tahun 2015. Jurnal Kesehatan Holistik, 11(2), 95–100.
Dewi, S. (2018). Perawatan Luka Kaki Diabetes ( Lkd ) Akibat Penggunaan Sepatu yang Sempit : Studi Kasus. 4(September), 72–81.
Fatimah, R. N. (2015). Diabetes Mellitus tipe 2. Indonesian Journal of Pharmacy, 27(2), 74. https://doi.org/10.14499/indonesianjpharm27iss2pp74
Herscovici, D. (2016). The Surgical Management of The Diabetic Foot and Ankle. The Surgical Management of the Diabetic Foot and Ankle, 1–191. https://doi.org/10.1007/978-3-319-27623-6
Husniawati, N. (2015). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Ulkus Kaki Diabetes Mellitus di Klinik Diabetes Mellitus Tahun 2015. Jurnal Ilmu Kesehatan, 7(2), 138–143.
Ibrahim, A., Jude, E., Langton, K., Martínez, F., Harkless, L., Gawish, H., … Cho, N. (2017). IDF Clinical Practice Recommendations on the Diabetic Foot – 2017. https://doi.org/10.1081/JAS-67621
Netten, J. J. Van. (2018). Diabetes Pedoman Foot Australia pada Alas Kaki bagi penderita diabetes. 1–14.
Nurhanifah, D. (2017). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Ulkus Kaki Diabetik ( Factors Related to Diabetic Ulcers Legs in Policlinic of Diabetic Leg ). Jurnal Healthy-Mu, 1(1), 32–41.
Robiyanto. Devi Yulianti, M. A. (2016). Profil Karakteristik dan Antibiotik Pasien Ulkus Kaki Diabetik di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak. Article, 1, 19–26. https://doi.org/10.1145/3132847.3132886.
Srimiyati, S. (2019). Pengetahuan Pencegahan Kaki Diabetik Penderita Diabetes Mellitus Berpengaruh terhadap Perawatan Kaki. Medisains, 16(2), 76. https://doi.org/10.30595/medisains.v16i2.2721.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Dedy Ahmady, Maulida Sari

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication, and this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources, and the title of the article should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
In the dissemination of articles, the author must declare the Jurnal Kesehatan Akimal as the first party to publish the article.











