HUBUNGAN FAKTOR SOSIAL BUDAYA DENGAN PERILAKU PEMBERIAN KOLOSTRUM PADA BAYI BARU LAHIR DI PUSKESMAS BANDA SAKTI
DOI:
https://doi.org/10.58435/jka.v2i2.79Keywords:
Perilaku, Kolostrum, Bayi Baru Lahir, Sosial BudayaAbstract
Dunia kembali merumuskan komitmen global dalam bidang kesehatan untuk 15 tahun ke depan yaitu Sustainable Development Goals (SGDs) yang akan dicapai sampai dengan tahun 2030. Pemberian kolostrum identik dengan pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) karena IMD dinyatakan sebagai indikator global suksesnya pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. Tujuan Penelitian ini Untuk mengetahui hubungan faktor sosial budaya dengan perilaku pemberian kolostrum pada bayi baru lahir. Metode dalam peneleitian ini menggunakan deskriptif korelatif dengan desain cross sectional. Jumlah populasi dalam penelitian ini 42 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan tehnik total sampel dimana seluruh ibu yang memiliki bayi baru lahir menjadi responden. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan univariat dan bivariat. Hasil penelitian Ada hubungan antara faktor pengetahuan dengan perilaku pemberian kolostrum pada bayi baru lahir dengan p value < α (0.017 < 0.05) dengan nilai OR = 6,600. Ada hubungan antara faktor sosial budaya dengan perilaku pemberian kolostrum pada bayi baru lahir dengan p value < α (0.005 < 0.05) dengan nilai OR = 9,167. Kesimpulan semakin baik pengetahuan ibu tentang kolostrum cenderung mendorong ibu untuk memberikan kolostrum pada bayinya. Begitupun sebaliknya, ibu yang mempunyai pengetahuan kurang tentang kolostrum akan mengakibatkan ibu tidak memberikan kolostrum pada bayinya. Saran Meningkatkan kegiatan penyuluhan maupun pendidikan kesehatan yang diberikan kepada ibu atau calon ibu selama kehamilan dan persalinan agar lebih memotivasi ibu untuk melakukan pemberian kolostrum segera setelah lahir sehingga semua ibu dengan berbagai tingkat pendidikan dapat menyusui bayinya segera setalah lahir.
Downloads
References
Suraatmadja, Sudarjat. (2009). Aspek Gizi Air Susu Ibu. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia. (2011). Pengetahuan Inisiasi Menyusui Dini.http://www.aimi-asi.org/ulasan-poling-juni-2011- penyimpanan-asi-perah.html. Diakses 11 Juni 2019.
Priyono, Y. (2010). Merawat Bayi Tanpa Baby Sitter. Yogyakarta: Media
Pressindo.
Notoatmodjo, Soekidjo. (2003). Prinsip-prinsip Dasar Ilmu Kesehatan
Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.
Roesli, Utami. (2008). Mengenal ASI Eksklusif Seri 1. Jakarta: Trubus Agriwidya.
Zurrahmi (2020) ‘Gambaran Status Gizi pada Remaja Putri di Sman 1 Bangkinang Kota Tahun 2019’, Jurnal Ners, 4(1), pp. 68–74. doi: 10.31004/jn.v4i1.888.
Rangkuti, N. A., Nasution, A.-, Batubara, N. S., & Rangkuti, J. A. (2022). Faktor – Faktor yang Berhubungan dengan Pemberian Kolostrum Pada Bayi Barulahir di Desa Siamporik Kecamatan Angkola Selatan Kabupaten Tapanuli Selatan Tahun 2022. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal), 7(1), 234. https://doi.org/10.51933/health.v7i1.800.
Mauliza, M., Zara, N., & Putri, N. A. (2021). Perbedaan Frekuensi Miksi,
Defekasi, dan Minum dengan Penurunan Berat Badan Neonatus di Wilayah Kerja Puskesmas Banda Sakti. AVERROUS: Jurnal Kedokteran Dan Kesehatan Malikussaleh, 7(1), 64. https://doi.org/10.29103/averrous.v7i1.3576.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2024 Dian Vita Sari; Fatmawati; Arista Ardilla, Zulkarnaini Zulkarnaini

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication, and this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources, and the title of the article should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
In the dissemination of articles, the author must declare the Jurnal Kesehatan Akimal as the first party to publish the article.











