HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN PASIEN DENGAN TAHAP KESEMBUHAN LUKA KAKI DIABETIK DI KLINIK ALHUDA WOUND CARE LHOKSEUMAWE
DOI:
https://doi.org/10.58435/jka.v4i1.157Kata Kunci:
Tingkat Pengetahuan, Luka kaki, DiabetikAbstrak
Luka pada kaki lebih mungkin terjadi pada pasien dengan gula darah tinggi. Luka pada kaki pasien diabetik minimal terjadi jika mereka tahu cara menjaga dan merawat kaki mereka secara teratur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat pengetahuan pasien tentang tahap kesembuhan luka pada pasien yang menderita diabetes di klinik luka Alhuda di Lhokseumwe pada tahun 2024. Desain penelitian ini kualitatif dengan cross sectional. subjek berjumlah 108 responden dan pengambilan sample sebanyak 52 responden. Teknik pengambilan sample dengan cara accidental sampling dalam jangka waktu penelitian yaitu tanggal 24-31 Agustus 2024 dengan menggunakan kuesioner dan observasi pengkajian luka kaki diabetik 13 Assesment tools Bates Jensen. Dari hasil penelitian diperoleh data mayoritas pengetahuan berada pada kategori cukup sebanyak 34 responden (65%), dan tingkat penyembuhan luka responden mayoritas berada pada kategori Wound regeneration sebanyak 41 responden (78.8%) dengan hasil uji chi-square p value (0,000)<α(0,05), hal ini menbuktikan Ha diterima dan H0 tidak diterima. Peneliti menyarankan penderita luka kaki diabetik untuk melakukan diet yang sesuai bagi penderita luka kaki diabetik yang adanya hubungan untuk mempercepat proses penyembuhan luka. Selain itu mengadakan support group untuk penderita luka kaki diabetik agar dapat berbagi pengalamannya dalam mengetahui dan memahami dalam proses tingkat kesembuhan luka kaki diabetik.
Unduhan
Referensi
Ahmed, E.M. (2016). Hallux Ulceration In Diabetic Patients. The Journal of Foot & Ankle Surgery. Bahri, Yunus. (2015). Faktor Yang Mempengaruhi Lama Penyembuhan Luka Pada Pasien Ulkus Diabetikum di Rumah Perawatan ETN Centre Makassar.
Carville, K.(2012).Wound Care Manual, Silver Chain Foundation, Australia. Dinas Kesehatan Aceh.(2018).Profil Kesehatan Provinsi Aceh tahun 2018. Dinas Kesehatan Lhokseumawe. (2018). Profil Kesehatan Kota Lhokseumawe tahun 2018.
Dody,YP. (2017). Jurnal kebidanan dan keperawatan ,Vol 13. Semarang. Ekawati. (2017). Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Perawatan luka dengan Kepatuhan Perawat dalam Melaksanakan Prosedur Perawatan Luka.
Hamed,I., F.Ozogul,and J.M.Regenstein. (2016). Industrial applications of crustacean by-product (chitin,chitosan,and chitooligosaccharides):A review. Trends in Food Science & Technology 48:40-50. Internasional Diabetes Federation. (2018). Methods for Developing The Diabetes Guideline 2018. International Journal of Diabetes.
Ismayanti, (2016). Pengetahuan dan Kepatuhan Kontrol Gula Darah Sebagai Pencegahan Ulkus Diabetikum. URECOL. Keperawatan. Jakarta Salemba.
Medika. Julianto,E. (2015). Efektivitas hidrokoloid (Curcuma domestika) terhadap proses penyembuhan luka diabetik stadium I pada tikus (Rattus novergitus). Jurnal Husada Mahakam.IV.18-23.
Kartika, R.W. (2015). Perawatan luka kronis dengan modern dressing. Jakarta: Gading Pluit.
Kemeskes RI. (2018). Profil kesehatan di Indonesia. Diakses dari http://www.depkes.go.id. Permadani, A. (2017). Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Ulkus Kaki Diabetik Dengan Pencegahan Terjadinya Ulkus Kaki Diabetik Pada Pasien Diabetes Mellitus Di Persadia Rumah Sakit Dokter Soeradji Notonegoro
Klaten.
Kozier. (2016). Blais K .Fundamentals of Nursing : Concepts, Process, and practice. Pearson Prentice Hall : Philadelphia.
Levine, J.P. (2013). Type 2 Diabetes Among Women: Clinical Considerations for Pharmacological Management to Achieve Glycemic Control and Reduce Cardiovaskuler Risk. Journal of Women’s Health Vol.17 No.2 http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18321176 Universitas Muhammadiyah Surakarta. Maryuni. (2018). Assesment and management of diabetic foot ulcers. Journal of community Nursing, 16 (10).
Nursalam. (2016). Faktor-faktor yang berhubungan dengan ulkus kaki diabetik di poliklinik kaki diabetik, 32-41. PT Rineka Cipta.
Risman, Supardi, E., & Jamaluddin, M. (2020). Hubungan Penggunaan Alas Kaki Dengan Luka Kaki Diabetik Di Klinik Perawatan Luka Kota Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Diagnosis, 15(2), 112–116. Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung :Alfabeta.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Alhuda Huda, Teungku Muhammad Sabil

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication, and this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources, and the title of the article should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
In the dissemination of articles, the author must declare the Jurnal Kesehatan Akimal as the first party to publish the article.




























