TINDAKAN PERAWATAN LUKA ULKUS DIABETIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PENCUCI LUKA DI ALHUDA WOUND CARE KOTA LHOKSEUMAWE
DOI:
https://doi.org/10.58435/jka.v2i1.59Kata Kunci:
Diabetes Mellitus, Ulkus Diabetik, Metode Pencucian LukaAbstrak
Ulkus diabetikum adalah komplikasi yang sering terjadi pada Pasien DM (diabetes mellitus) yang tidak terkontrol. Ulkus tersebut dapat terbentuk karena kurang nya kontrol. Untuk Mengetahui gambaran tentang metode pencucian Luka dan Perubahan Luka Ulkus diabetik. Desain Penelitian Yang Digunakan Peneliti Adalah Desain Penelitian Deskriftif. Setelah dilakukan penelitian pasien Tn. S Dan Ny. S berbeda masa penyembuhannya dikarenakan luka Tn. S lebih besar dan luas Kemudian memiliki banyak Nekrotik 15%, Slough 55 %, Epitalasi 10%, Granulasi 20% dan berada di stage4 sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan dengan Ny. S yang memiliki luka tidak terlalu besar dan luas kemudian pasien Ny. S hanya memiliki nekrotik 5% dan berada di stage 1.pencucian luka pada pasien menggunakan air aguadikarenakan mengandung Natrium yang berfungsi untuk membantu keseimbangan tubuh dan sabun cuci luka yang sangat penting untuk membersihkan luka dan menghilangkan bakteri pada luka. Setelah dilakukan perawatan luka Ny. S dan Tn. S kini luka semakin membaik dan hasil observasi terhadap perawatan luka Ny. S dan Tn. S yang telah dilakukan mendapatkan hasil perubahan yang baik ini dikarenakan keteraturan dan kesabaran pasien untuk dirawat serta perawatan luka oleh perawat professional terutama dalam perawatan luka dan pencucian luka menggunakan air agua dan sabun pencuci luka.
Unduhan
Referensi
Dinas Kesehatan Aceh. (2018). Profil kesehatan provinsi aceh.
Huda, N. (2017) BUKU AJAR Asuhan Keperawatan Diabetes Mellitus dan Penggunaan SFE dalam Perawatan Luka Kaki Diabetes. sidoarjo: Indomedika Pustaka.
Kartika, R. W. (2017). Pengelolaan gangren kaki Diabetik. Continuing Medical Education, 44(1), 18–22.
KementerianKesehatan.2021.Manajem en Luka Yang Benar Harapan Penyembuhan Luka. Maksimal.Jaka rta.https://kkpmakassar.com/news/ detail/186.
Setiyani, O. S. (2020). Aplikasi Brisk Walking Guna Mengontrol Kadar Glukosa Darah Pada Penderita Luka Diabetes Mellitus Tipe 2. 4– 11.
Tholib, A. M. (2016) BUKU PINTAR Perawatan Luka DIABETES MELITUS. Jakarta Selatan: Salemba Medika.
Hariani, Mustari, N., Ardi, M. & J, A. H. (2018). Efektifitas Rendam Air Rebus DaunSirih Dan Moist Wound Healing Terhadap Penyembuhan Luka Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2. Efektifitas Rendam Air Rebus Daun Sirih Dan Moist Wound Healing Terhadap Penyembuhan Luka Pada Pasien Diabetes Mellitus, 16, 81–86.
Megawati. (2019). Gambaran Kejadian Angiopati Pada Lansia Dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Jongaya Makassar.
Mukhtar,M., Patellongi, I. & Yusuf, S. (2020). Perbandingan Efek Antara Irrigation Dan Swabbing Terhadap Kolonisasi Bakteri Pada Luka Kaki Diabetik : Crossover Menurut Data Riset Kesehatan. Jurnak Kesehatan Karya Husada, 1(8), 13–24.
Rahmaniar. (2018). Gambaran Perawatan Luka Diabetik Dengan Modern Dressing Di Rumah Perawatan Luka ETN Centre Makassar Ramdayani, I. (2021). Gambaran Pengetahuan Perawat Tentang Pencucian Luka Di Rumah Sakit Umum Daerah Labuha Maluku Utara.
Kementerian Kesehatan. 2021.Manajem en Luka Yang Benar Harapan penyembuhan Luka. Maksimal. Jakarta.https://kkpmakassar.com/news/ detail/186.
Setiyani, O. S. (2020). Aplikasi Brisk Walking Guna Mengontrol Kadar Glukosa D arah Pada Penderita Luka Diabetes Mellitus Tipe 2. 4– 11.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 Lasmina Lumban Gaol, Liza Phonna

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication, and this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources, and the title of the article should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
In the dissemination of articles, the author must declare the Jurnal Kesehatan Akimal as the first party to publish the article.




























