PENGARUH RELAKSASI OTOT PROGRESIF TERHADAP PENURUNAN TINGKAT KECEMASAN PADA PASIEN PRE OPERASI DI RUMAH SAKIT LHOKSEUMAWE
DOI:
https://doi.org/10.58435/jka.v2i1.77Kata Kunci:
Relaksasi Otot Progresif, Kecemasan dan Pre–OperasiAbstrak
Kecemasan merupakan reaksi normal terhadap situasi yang sangat menekan kehidupan seseorang. Kecemasan bisa muncul sendiri atau bergabung dengan gejala-gejala lain dari berbagai emosi. Salah satu cara untuk menghilangkan kecemasan adalah dengan melakukan tindakan Relaksasi Otot Progresif. Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif. Jumlah sampel 3 Responden. Menggunakan lembar kuesioner HARS (Hamilton Anxiety Rating Scale) untuk menilai tingkat kecemasan pasien pre - operasi. Selain itu peneliti menggunakan SOP Relaksasi Otot Progresif. Mengidentifikasi adakah pengaruh Relaksasi Otot Progresif terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan pada Pasien Pre – Operasi. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 21-25 Mei 2022 di Ruang Teuku Chik Ditiro, Teuku Umar, dan Malikussaleh. Berdasarkan Observasi terhadap 3 Responden didapat nilai tingkat kecemasan 2 responden dari cemas sedang menjadi cemas ringan dan 1 responden dari cemas berat menjadi cemas sedang. Hal ini menunjukkan ada perubahan nilai tingkat kecemasan sebelum dan sesudah dilakukan relaksasi otot progresif. Diharapkan pasien dapat melatih diri dalam melakukan tindakan Relaksasi Otot Progresif yang sudah diajarkan.
Unduhan
Referensi
Barus, M., Simanullang, M. S. D., & Gea, E. C. P. (2018). Pengaruh Progressive Muscle Relaxation Terhadap Tingkat Kecemasan Pre Operasi Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2018. Jurnal Mutiara Ners, 98, 108.
Dewi, 2017. “Pelaksanaan Asuhan Keperawatan Pada Pasien Pre dan Postoperatif Apendiksitis Yang Dilakukan Perawat di RSUD Duri”. Skripsi. Sumatra Utara: Fakultas Keperawatan Sumatera Utara.
Indonesia, D. K. (2017). Rencana asuhan keperawatan medikal-bedah diagnosis nanda-i, intervensi NIC, hasil NOC. (N. A. Deni Yasmara, Ed.) jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
Krismanto, J., & Jenie, I. M. (2021). Evaluasi Penggunaan Surgical Safety Checklist terhadap Kematian Pasien setelah Laparotomi Darurat di Kamar Operasi. Journal of Telenursing (JOTING), 3(2), 390-400.
Nixson Manurung, S. N. (2016). Terapi Reminiscence. (T. Ismail, Ed.) jakarta: Trans Info Media.
Notoatmodjo , soekidjo. (2010). Metodologi penelitian kesehatan. Jakarta: Rineka. Cipta.
Ns. Anik Maryunani, S. E. (2014). Asuhan Keperawatan Perioperatif- Pre Operasi (menjelang pembedahan). (t. ismail, Ed.) jakarta: cv. trans info media.
Rihiantoro, T., Handayani, R. S., Wahyuningrat, N. L. M., & Suratminah, S. (2019). Pengaruh Teknik Relaksasi Otot Progresif Terhadap Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi. Jurnal Ilmiah Keperawatan Sai Betik, 14(2), 129-135.
Rochmawati, d. h. (2015). Teknik Relaksasi Otot Progresif Untuk Menurunkan Kecemasan. 1-21.
Sea Ajeng, A., Hartono, R., & Kurniawati, Y. Studi Kasus: Implementasi Progressive Muscle Relaxation (Pmr) Untuk Mengatasi Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Di Ruang Ibs Rsud Tugurejo Semarang.
Taher, R. (2018). Pengaruh Relaksasi Progresif Terhadap Kecemasan Pada Pasien Pre Operasi Di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar. Jurnal Ilmiah Keperawatan dan Kebidanan Holistic Care, 3(1), 1-9
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2023 erna masdiana, Liza Phonna

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication, and this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources, and the title of the article should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
In the dissemination of articles, the author must declare the Jurnal Kesehatan Akimal as the first party to publish the article.




























