HUBUNGAN DIET DAN OBESITAS DENGAN KEJADIAN STROKE BERULANG PADA PASIEN POST STROKE DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH ACEH UTARA
DOI:
https://doi.org/10.58435/jka.v2i2.92Kata Kunci:
diet, obesitas, stroke berulangAbstrak
Stroke terjadi akibat ganggual sirkulasi darah di otak yang terhambat yang dimanifestasikan dengan adanya deficit neurologis seperti kelumpuhan otot ekstremitas, kelemahan otot menelan, kelemahan dalam melakukan komunikasi verbal, gangguan pengelihatan, gangguan kesadaran hingga menyebabkan kematian. Terdapat 6,5 juta orang meninggal karena stroke setiap tahunnya dan lebih dari 143 juta orang kehilangan kesehatannya setiap tahun karena kematian dan kecacatan terkait stroke. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan obesitas dengan kejadian stroke berulang pada pasien post stroke. Penelitian ini adalah penelitian korelatif dengan pendekatan Cross Sectional Study. Populasi penelitian ini berjumlah 894 pasien. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling yaitu sebanyak 154 pasien. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner karakteristik demografi pasien. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obesitas tidak berisiko terhadap kejadian stroke berulang namun tetap harus diwaspadai dan makanan yang berlemak sangat berpengaruh terhadap terjadiya stroke berulang hal ini dapat dilihat dari data yaitu ada hubungan diet (p<0,05) dengan kejadian stroke berulang dan tidak ada hubungan obesitas (p>0,05) dengan kejadian stroke berulang. Tindakan pencegahan terjadinya stroke berulang salah satunya adalah dengan memberikan edukasi tentang pencegahan stroke berulang berkaitan dengan diet dan obesitas, salah satunya dengan menjalankan pola hidup yang sehat dan melakukan olahraga serta tetap melakukan kontrol kesehatan pada pelayanan kesehatan terdekat.
Unduhan
Referensi
Amila, Sinaga, J., & Sembiring, E. (2019). Pencegahan Stroke Berulang Melalui Pemberdayaan Keluarga Dan Modifikasi Gaya Hidup. Jurnal Abdimas, 22(2), 143–150.
Asrah Srimurti. (2016). Hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap keluarga dalam pemberian perawatan pasien Pascastroke di Stroke Center RSUD. Haji Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2016. Univeritas Muhammdiyah Makasar.
Budiman, B., Karyana, M., & Muljati, S. (2014). Riwayat Konsumsi Makanan Penderita Stroke Yang Masuk Rumah Sakit. Gizi Makan, 37(2), 101–108.
Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.( 2022 ).Profil Kesehatan Aceh.https://dinkes.acehprov.go.id
English, C., MacDonald-Wicks, L., Patterson, A., Attia, J., & Hankey, G. J. (2021). The role of diet in secondary stroke prevention. The Lancet Neurology, 20(2), 150–160. https://doi.org/10.1016/S1474- 4422(20)30433-6.
Iwase, M., Komorita, Y., Ohkuma, T., Fujii, H., Ide, H., Yoshinari, M., … Kitazono, T. (2021). Incidence of stroke and its association with glycemic control and lifestyle in Japanese patients with type 2 diabetes mellitus: The Fukuoka Diabetes Registry. Diabetes Research and Clinical Practice, 172, 108518. https://doi.org/10.1016/j.diabres.2020.108518.
Feigin, V. L., Brainin, M., Norrving, B., Martins, S., Sacco, R. L., Hacke,W., … Lindsay, P. (2022). World Stroke Organization ( WSO ): Global Stroke Fact Sheet 2022. 17(X). https://doi.org/10.1177/17474930211065917.
Kariasa, I. M., Nurachmah, E., Setyowati, & Koestoer, R. A. (2019). Analysis of participants’ characteristics and risk factors for stroke recurrence. Enfermeria Clinica, 29, 286–290. https://doi.org/10.1016/j.enfcli.2019.04.035.
Lismawati, I., Habibi, J., & Hasanuddin. (2020). Faktor-Faktor Yang berhubungan Dengan terjadinya Stroke Berulang Pada Pasien Yang Dirawat Di RSUD Besemaj ota Pagar Alam. 1–2.
Medical Record RSUD Cut Meutia.(2021).Data pasien Stroke.
Riskesdas, K. (2018). Hasil Utama Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS). Journal of Physics A: Mathematical and Theoretical, 44(8), 1–200. https://doi.org/10.1088/1751-8113/44/8/085201.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Maulida Sari, Dedy Ahmady

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication, and this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources, and the title of the article should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
In the dissemination of articles, the author must declare the Jurnal Kesehatan Akimal as the first party to publish the article.




























