FUNGSI AFEKTIF KELUARGA DENGAN PERILAKU MEROKOK PADA REMAJA DI KECAMATAN PEUREULAK KABUPATEN ACEH TIMUR
DOI:
https://doi.org/10.58435/jka.v3i2.131Kata Kunci:
Fungsi Efektif Keluarga, Perilaku Merokok, RemajaAbstrak
Fungsi afektif merupakan fungsi internal keluarga sekaligus basis kekuatan keluarga. Fungsi afektif keluarga yang negatif berdampak terhadap perilaku merokok remaja. Jika fungsi afektif keluarga tidak berfungsi dengan baik maka anggota keluarga (remaja) beresiko melakukan perilaku menyimpang salah satunya adalah merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan fungsi afektif keluarga dengan perilaku merokok pada remaja di Kecamatan Peureulak Kabupaten Aceh Timur. Metode Penelitian menggunakan metode analitik dengan pendekatan cros sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja merokok sebanyak 90 orang. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan nonprobability sampling dengan metode purposive sampling. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22 sampai 29 Juli 2024. Hasil Penelitian ini menunjukkan adanya hubungan antara fungsi afektif keluarga dengan Perilaku merokok remaja dengan p- value = 0,000 (P < a (0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah dengan fungsi afektif keluarga yang positif mampu mencegah perilaku merokok remaja. Saran kepada orang tua agar memberikan perhatian lebih kepada remaja sehingga tidak terjerumus ke perilaku menyimpang seperti merokok khususnya remaja putra.
Unduhan
Referensi
Afriadi, A. I, dkk. (2020). Catatan Keluarga Broken Home Dan Dampaknya Terhadap Mental Anak Di Kabupaten Kolaka Timur. Journal of Social Welfare. Vol. 1, No. 1, Hal 32.
Afrianti, N dan Fithria. (2021). fungsi afektif keluarga terhadap kecerdasan emosional remaja. Jurnal. Vol. 2, No.1, Hal 6-7.
Damang dkk. (2019). faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pada remaja di SMP negeri 7 langgudu kabupaten bima. Jurnal Komunitas Kesehatan Masyarakat. Vol. 1, No.1, Hal 32-39.
Kemenkes RI. (2018). Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta: Kemenkes RI Pusat Data dan Informasi.
Koswanto, A. (2020). Memahami Perilaku dan Kejiwaan Manusia. Bogor: Lindan Bestari.
Masniati. (2021). Perilaku Petugas dalam Pelaksanaan Kawasan Tanpa Rokok. Jakarta: Penerbit NEM.
Masykur, A. M dan Kustanti, E. A. (2019). Persepsi terhadap Keberfungsian Keluarga dan Juvenile Delinquncy pada Remaja Siswa SMA. Jurnal Ilmiah STIKES Kendal. Volume 1 No 5, Hal 1-12.
Mursafitri.(2015). Hubungan Fungsi Afektif Keluarga dengan Perilaku Kenakalan Remaja. JOM. Universitas Riau.
Notoatmodjo, S. (2010). Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta.
Nurmanita, A. N.(2019.) Hubungan Fungsi Afektif Keluarga dengan Perilaku. Jakarta: Penerbit NEM
Parman, dkk. (2020). Peningkatan Pengetahuan Siswa tentang Bahaya Rokok Dilihat dari Sudut Kesehatan dan Agama Melalui Penyuluhan Tahun 2019. Jurnal Pengabdian Kita, Vol. 3, No. 1, Hal 1-11.
Riantiarno, Y. S. dan Muhammad K. B. I. (2020). Hubungan Fungsi Afektif Keluarga dengan Perilaku Merokok pada Remaja. Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal. Volume 10 No 4, Hal 625–632.
Santoso, B. dan Tiwi, S. (2018). Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Sikap Berhenti Merokok pada Remaja Laki-Laki di Dusun Sidoarum Godean Sleman Yogyakarta. Skripsi. Universitas „Aisyiyah Yogyakarta.
Wahuni, D dan Agus S. (2020). Faktor– Faktor yang Berhubungan dengan Sikap Merokok pada Remaja di Desa Karang Tengah Kecamatan Sragen. Jurnal. Vol. 4, No.5, Hal 121.
Wahyuni,T. (2021). Buku Ajar Keperawatan Keluarga. Bandung : Cv Jejak.
WHO.(2021). Jumlah Perokok di Dunia Turun. http://www.cnnindonesia.com/ gaya-hidup/2021111890958-255-722782/who-jumlah-perokok-didunia- turun.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2024 Teungku Muhammad Sabil Sabil; Alhuda, Lisnayana; Rohyan Mulya Afkar

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication, and this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources, and the title of the article should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
In the dissemination of articles, the author must declare the Jurnal Kesehatan Akimal as the first party to publish the article.




























