FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MEDIKASI PADA AGREGAT DEWASA HIPERTENSI DI LHOKSEUMAWE

Penulis

  • roslaini Akper Kesdam IM lhokseumawe
  • Suriani Akper Kesdam Iskandar Muda Lhokseumawe

DOI:

https://doi.org/10.58435/jka.v3i1.105

Kata Kunci:

Kepatuhan Medikasi, Agregrat Dewasa, Hipertensi

Abstrak

Hipertensi masih tetap menjadi salah satu penyebab kematian dan kecacatan utama di seluruh dunia. Risiko memburuknya hipertensi dapat dikurangi dengan manajemen terapi pengobatan yang efektif, yaitu patuh terhadap obat antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis factor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan medikasi pada aggregate dewasa dengan hipertensi di Kota Lhokseumawe. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak  140 responden agregat dewasa dengan hipertensi di kota Lhokseumawe. Model Adaptasi Roy digunakan sebagai kerangka teori. Kuesioner SSQ-6, DASS-42, dan MMAS-8 digunakan sebagai instrument penelitian ini. Analisa statitisk yang digunakan untuk menguji determinan kepatuhan medikasi adalah Regresi logistik multivariat. Hasil penelitian menunjukkan stimulus fokal yang berhubungan dengan kepatuhan medikasi adalah lama menderita hipertensi (p=0,000), frekuensi minum obat harian (p=0,002), kunjungan berobat ulang (p=0,000), dan keteraturan pemeriksaan tekanan darah (p=0,000). Stimulus kontekstual yang berhubungan dengan kepatuhan medikasi adalah jumlah obat hipertensi harian (p=0,045) dan diet khusus (p=0,003), dan stimulus residual berupa dukungan sosial berhubungan dengan kepatuhan medikasi (p=0,012). Faktor yang paling dominan berhubungan dengan kepatuhan medikasi pada responden adalah stimulus fokal berupa kunjungan berobat ulang dengan nilai odds rasio 16,007 (95% CI: 4,754-53,899). Kesimpulannya adalah faktor penentu kepatuhan medikasi yang paling signifikan adalah stimulus fokal berupa kunjungan berobat ulang. Sehingga direkomendasikan peningkatan home visit oleh petugas Puskesmas, mengingat juga puskesmas merupakan ujung tombak dalam Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).

Unduhan

Data unduhan belum tersedia.

Referensi

Abegaz, T. M., Shehab, A., Gebreyohannes, E. A., Bhagavathula, A. S., & Elnour,A. A. (2017). Nonadherence to antihypertensive drugs a systematic review and meta-analysis. Medicine (United States), 96(4). Retrieved on https://doi.org/10.1097.

Balkrishnan, R. (2005). The Importance of Medication Adherence in Improving Chronic-Disease Related Outcomes. Medical Care, 43(6),517–520. Retrivied on https://doi.org/10.1097/01.mlr.0000166617.68751.5f

Brown, M. T., & Bussell, J. K. (2011). Medication adherence: WHO cares? Mayo Clinic Proceedings, 86(4), 304–314. https://doi.org/10.4065/mcp.2010.0575.

Dinas Kesehatan Aceh. (2018). Profil Kesehatan Aceh 2017. Provinsi Aceh: Dinas Kesehatan Aceh.

Dinas Kesehatan Lhokseumawe. (2018). Profil Kesehatan Kota Lhokseumawe Tahun 2017. Kota Lhokseumawe : Dinas Kesehatan Lhokseumawe.

Herttua, K., Kivimäki, M., Vahtera, J., Tabák, A. G., & Martikainen, P. (2013). Adherence to antihypertensive therapy prior to the first presentation of stroke in hypertensive adults: population-based study. European Heart Journal, 34(38), 2933–2939. https://doi.org/10.1093/eurheartj/eht219

Kemenkes RI. (2018). Laporan Nasional Hasil Riset Kesehatan Dasar 2018. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Kemenkes RI https://doi.org/1 Desember 2013.

Liberty, I. A., Pariyana, P., Roflin, E., & Waris, L. (2018). Determinan Kepatuhan Berobat Pasien Hipertensi Pada Fasilitas Kesehatan Tingkat I. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan, 1(1), 58–65. https://doi.org/10.22435/jpppk.v1i1.428

Philips, K. D., & Harris, R. (2014). Adaptation Model. In Alligood, M. R. (8th Ed), Nursing Theory & Their Work (pp. 302-331). The CV Mosby Company St. Louis. Toronto. Missouri: Mosby Elsevier. Inc.

WHO. (2019). Management of substance abuse : Process of translation and adaptation of instruments. [cited March 2019]. Retrieved on : https://www.who.int/substance_abuse/research_tools/translation/en/#

Diterbitkan

2024-04-30

Cara Mengutip

roslaini, & Suriani. (2024). FAKTOR – FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MEDIKASI PADA AGREGAT DEWASA HIPERTENSI DI LHOKSEUMAWE. Jurnal Kesehatan Akimal, 3(1), 7–19. https://doi.org/10.58435/jka.v3i1.105

Artikel Serupa

1 2 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>