PENERAPAN TEKNIK PURSED LIP BREATHING PADA PENURUNAN SESAK NAFAS TERHADAP PASIEN ASMA BRONKIAL
DOI:
https://doi.org/10.58435/jka.v4i2.171Kata Kunci:
Asma Bronkial, Sesak Nafas, Pursed Lip BreathingAbstrak
Penyakit asma ditandai dengan peradangan, peningkatan responsivitas terhadap berbagai rangsangan, dan obstruksi jalan napas yang dapat muncul kembali secara spontan atau memerlukan pengobatan yang tepat. Asma pada Indonesia termasuk dalam daftar penyebab utama kesakitan dan kematian. Tindakan non farmakologis yang diberikan pada pasien dengan asma yaitu menggunakan latihan pernapasan. Salah satu latihan pernapasan yang bisa dilakukan yaitu pursed lip breathing. Pursed lip breathing adalah latihan pernapasan yang berfungsi mengurangi sumbatan pernapasan pada pasien asma. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan Asuhan Keperawatan dengan Penerapan teknik Pursed Lip Breathing dalam penurunan Sesak Napas pada pasien Asma Brokial. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif, proses pengumpulan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Responden penelitian ini terdiri dari 3 pasien dengan riwayat asma bronkial. Pola napas pasien diukur dengan respiratory rate dan saturasi oksigen. Setelah dilakukan teknik pursed lip breathing selama 3 hari, didapatkan hasil respiratory rate dan saturasi oksigen dari ketiga responden membaik dari rata-rata respiratory rate 30x/menit menjadi 20x/menit dan rata-rata saturasi oksigen dari 95% menjadi 98%. Evaluasi terakhir yang dilakukan selama tiga hari yaitu sesak napas berkurang, RR menurun, SpO2 meningkat, dan klien mampu mengatur pola pernapasan
Unduhan
Referensi
Aditrianti, F. (2022). Penerapan Teknik Pursed Lip Breathing Pada Pasien Asma Bronkial Di Instalasi Gawat Darurat (Doctoral Dissertation, Universitas Muhammadiyah Gombong).
Aneke, C. O. (2021). Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Asma Bronkial. Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan.
Astuti, R., & Darliana, D. (2018). Hubungan Pengetahuan Dengan Upaya Pencegahan Kekambuhan Asma Bronkhial. Ix(1), 9–15.
Https://Ejournal.Poltekkes Smg.Ac.Id/Ojs/Index.Php/
Azizah, S., Tri, N. S., & Riza, F. (2020). Studi Literatur Pengaruh Terapi Nebiliser Pada Pasien Asma. Viva Medika : Jurnal Kesehatan, Kebidanan Dan Keperawatan, 14(1), 1–8. Http://Ejournal.Uhb.Ac.Id/Index.Php/Vm/Issue/Archive% 0astudi
British Thoracic Society And Scottish Intercollegiate Guidelines Network (Bts/ Sign). National Clinical Guideline On Management Of Asthma 2019.
Global Initiative For Asthma (Gina). Global Strategy For Asthma Management And Prevention. 2020 Update.
Junaidin, J., Syam, Y., & Irwan, A. M. (2019). Pengaruh Pursed Lip Breathing Dan Meniup Balon Terhadap Kekuatan Otot Pernapasan, Saturasi Oksigen Dan Respiratory Rate Pada Pasien Ppok: The Effect Of Pursed Lip Breathing And Balloon Blowing On The Strength Of Respiratory Muscle, Oxygen Saturation And Respiratory Rate In Copd Patients. Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal Of Nursing), 5(1), 31-39.
Karnianti, R., & Kristinawati, B. (2023). Implementasi Pursed Lips Breathing Untuk Menurunkan Respiratory Rate Pada Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronik (Ppok). Jurnal Keperawatan, 15(4), 469-478.
Koesneo, S. (2020). Naskah Lengkap Penyakit Dalam From Textboox To Digital Medicine Era.
Muliyadi, M., Azwaldi, A., Agustin, I., & Sari, I. Y. (2024). Latihan Pursed Lips Breathing Dan Nebulizer Pasien Asma Bronkhial Dengan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif. Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan, 16(1).Novikasari, L., Kusumaningsih, D., & Anjarsari, R. (2022). Penerapan Pursed Lips Breathing Terhadap Ketidakefektifan P ola Napas Pada Pasien Anak Dengan Asma Bronchiale Di Desa Bumimas Lampung Timur. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 5(5), 1554-1559.
Ning Pangesti, D., & Suharti, S. (2021). Efektifitas tindakan keperawatan pursed lip breathing exercise terhadap penurunan sesak nafas pada pasien asma di puskesmas Kemiling Bandar lampung tahun 2019. Journal Of Qualitative Health Research & Case Studies Reports, 1(1), 11–19.
Rosfadilla, P., & Sari, A. P. (2022). Asma bronkial eksaserbasi ringan-sedang pada pasien perempuan usia 46 tahun. AVERROUS: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Malikussaleh, 8(1), 17-22.
Situmorang, S. H., Ramadhani, Y., Situmorang, H., Wahyuni, N., Haryanti, T., & Purba, V. M. (2023). Pengaruh Pursed Lips Breathing Terhadap Pola Nafas Pasien PPOK Di Rumah Sakit Sansani Pekanbaru. JONS: Journal of Nursing, 1(01), 20-25.
Sutrisna, M., & Rahmadani, E. (2022). Hubungan jenis terapi dan kontrol asma terhadap kualitas hidup pasien asma bronkial. Jurnal Ners, 6(2), 70-76.
Suwignjo, P., Maidartati, M., Asmara, L. N., Saputra, A., & Khasanah, U. (2022). Gambaran Kelengkapan Dokumentasi Asuhan Keperawatan Di Instalasi Rawat Inap Rsud Kota Bandung. Jurnal Keperawatan BSI, 10(2), 226-233.
Wulandari, S. M., Rohmah, U. N., Rahmawati, A., & Pertiwi, H. (2022). Efek Samping Penggunaan Masker N95 terhadap Saturasi Oksigen, Frekuensi Napas dan Frekuensi Nadi Petugas Kesehatan. Jurnal Keperawatan, 14(4), 923-930.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Suriani; Roslaini, Liza Phonna

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Authors retain copyright and grant the journal the right of first publication, and this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
All articles in this journal may be disseminated by listing valid sources, and the title of the article should not be omitted. The content of the article is liable to the author.
Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgment of its initial publication in this journal.
Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work.
In the dissemination of articles, the author must declare the Jurnal Kesehatan Akimal as the first party to publish the article.




























